Share, , Google Plus, Pinterest,

Posted in:

Amelia Ramadhani

Kalau Berbisnis Jangan Setengah-Setengah!

© by Adit

Menjalani bisnis online tentu tidak mudah. Itu pula yang dialami Amelia Ramadhani. Namun, setelah tujuh tahun berusaha di dunia maya, ia membuat kerabat dan temannya berdecak kagum atas pencapaiannya.

Berbisnis sebenarnya bukanlah perkara baru bagi Amel, begitu ia biasa disapa. Sejak duduk di bangku SMA, Amel sudah berbisnis kecil-kecilan. “Saya dulu sempat ikut kontes pidato dan menang. Dapat Rp500 ribu. Uangnya Rp250 ribu dipakai buat traktir keluarga. Sisanya jadikan barang untuk jualan sampai sekarang (karena) keterusan,” kenang alumnus Politeknik Pariwisata Makassar jurusan Room Division Management.

Uang sisa sebesar Rp250 ribu itu ia gunakan untuk membeli baju dan menjualnya kepada teman-temannya. Keuntungan dari berjualan baju itu ia kumpulkan untuk membuka bisnis jual beli beauty tools.

Merasa kerja kerasnya mulai terlihat, ia lantas mengambil sebuah jalan besar dalam hidupnya. Ia ingin fokus berbisnis. Seminggu setelah diwisuda, ia meninggalkan Makassar dan terbang ke Jakarta. Ia sudah membulatkan tekadnya untuk berbisnis. “Aku berpikir, setengah-setengah saja gini. Sambil kuliah saja bisa begini. Bagaimana kalau aku full time?” lanjutnya.

Di Jakarta, ia lantas membangun online shop bernama @toko_palugada. Prinsipnya, amel ingin menyediakan apa saja yang diinginkan pelanggan. Dan produk beauty tools dan make-up adalah produk yang tersedia di online shop tersebut.

Evolusi lainnya adalah ia membuka banyak pilihan pembayaran. Jadi, tidak harus setor tunai tapi bisa juga dengan m-banking dan pembayaran menggunakan aplikasi. Sebagai penjual, ia harus memperbarui dirinya dengan hal-hal seperti itu. Ia juga bekerja sama dengan pihak Uangku.

Walau orangtuanya sempat merasa kecewa dengan pilihannya, namun Amel justru merasa tertantang untuk menjalankan bisnis ini. Justru ia merasa semakin kreatif. “Online shop enggak ada sekolahnya. Kalau sekarang kayaknya ada. E-commerce gitu. Jadi, kita sebagai seller online harus kreatif. Bikin sistem pemasaran sendiri. Jadi, apa-apanya sendiri,” ungkapnya. Adit/MDR