Share, , Google Plus, Pinterest,

Posted in:

Duh, Remnya Blong!

© by depositphotos

Penyebab terjadinya dua kecelakaan tragis di puncak adalah rem kendaraan blong. Data dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa rem blong menjadi penyumbang kecelakaan terbesar di Indonesia.

Apa yang menyebabkan rem kendaraan blong? Bagi Anda, pengguna kendaraan bermotor aktif, Andry RDL dari Rifat Driving Labs, memberikan beberapa trik praktis untuk mengetahui penyebab rem kendaraan blong:

  • Minyak rem kurang. Penyebab rem mobil blong yang pertama adalah minyak rem atau oli rem kurang atau habis. Jika minyak rem kurang, rem tidak dapat bekerja maksimal. Jika minyak rem habis, rem akan blong karena minyak rem ini tidak mampu meneruskan tekanan dari pedal. Untuk mencegah rem mobil blong, Anda harus memeriksa kuantitas minyak rem secara rutin. Bisa satu bulan sekali atau dua minggu sekali.
  • Kampas rem sudah aus. Akibatnya, rem bisa kurang pakem. Bila ausnya sudah parah, rem tidak pakem sekali (rem blong). Oleh karena itu, ganti kampas rem secara rutin.
  • Piston rem rusak. Piston rem yang sudah rusak juga dapat menjadi salah satu penyebab rem mobil blong. Piston rem yang rusak seperti aus, berkarat, sehingga macet, dan lain-lain.
  • Selang minyak rem tersumbat & minyak rem kotor. Tersumbatnya aliran ini bisa disebabkan oleh terlalu banyaknya kotoran yang terkandung dalam minyak rem. Minyak rem kotor juga disebabkan oleh buruknya kualitas minyak rem. Jadi, belilah minyak rem yang berkualitas. Minyak rem yang berkualitas biasanya bening (tidak berwarna).
  • Seal piston master rem rusak. Kerusakan ini biasanya terjadi karena faktor usia dan kualias minyak rem yang kurang baik.
  • Vapour lock. Vapour lock adalah menguapnya minyak rem karena suhu. Jika suhu terlalu panas, minyak rem akan mendidih, sehingga timbul gelembung-gelembung udara (uap) di dalam sistem rem. Akibatnya, rem kurang/tidak pakem lagi.
  • Kerusakan sistem hidraulis. Teknologi hidraulis kadang mengalami kerusakan sistem. Misalnya, kebocoran minyak rem. Ada tiga jenis teknologi sistem hidrolis, yakni hydraulic system, air over hydraulic system, dan full air brake system. Oleh karena itu, Anda harus selalu rutin menservis kendaraan bermotor Anda. Cahya/MDR